Sejarah Semester II Kelas X

 

Standar kompetensi :

2. Menganalisis peradaban Indonesia dan Dunia.

Kompetensi Dasar :

2.1. Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia.

Indikator :

  1. Menelusuri berbagai fosil manusia purba di Indonesia.
  2. Menentukan penemuan manusia purba Indonesia di atas peta.
  3. Menjelaskan perkembangan biologis manusia purba di Indonesia.
  4. Menyusun secara kronologis perkembangan biologis manusia purba di Indonesia.
  5. Menggambarkan bagan perkembangan budaya di Indonesia secara kronologis.
  6. Mengklasifikasikan ciri-ciri sosial, budaya, ekonomi, dan kepercayaan msyarakat pada masa berburu (food gathering) dan masyarakat pertanian (food producing).

 

  1. 1.       Fosil Manusia purba di Indonesia

Fosil :

Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah berubah menjadi mineral ataupun menjadi batu secara alami.

Pencarian manusia purba di Indonesia dilak

ukan dalam 3 tahap, yaitu :

–          Tahap Pertama (1889-1909).

Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dilakukan oleh Van Rietchoten yang menemukan fosil manusia purba jenis Homo ditemukan di Wajak, Tulung Agung, Jawa Timur. Fosil yang ditemukannya diberi nama Homo Wajakensis. Penemuan yang dilakukan beliau menyebabkan seorang peneliti asal Belanda yang bernama Eugene Dubois yang semula meneliti di Sumatra mengalihkan penelitiannya ke Jawa. Eugene menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil, Ngawi, Jawa Timur (1891).

–          Tahap Kedua (1931-1941).

Pada tahap ini Oppenoorth, Ten Haar, Von Koenigsueld melakukan pencarian dari tahun 1931-1933 dan berhasil menemukan fosil Phitecanthropus Soloensis di sekitar sungai bengawan Solo,Ngandong, Blora, Jawa Tengah. Von Koenigsueld melanjutkan pencarian pada tahun 1936 dan berhasil menemukan Phitecanthropus Mojokertensis di Perning, Mojokerto, Jawa Timur. Pada tahun 1936-1941 Von masih melanjutkan pencarian dan menemukan Meganthropus Palaeojavanicus di Sangiran, Jawa Tengah.

–          Tahap Ketiga (1952-sekarang).

Pada tahap ini Prof. Dr. Teuku Jacob

Pada tahap ini pencarian fosil manusia purba dipimpin oleh Prof. Teuku Jacob (bos arkeolog Indonesia) yang menemukan jenis fosil manusia purba yang sama dengan yang ditemukan sebelumnya yaitu Pithecanthropus.

Fosil-fosil manusia purba yang telah ditemukan di Indoneisa :

  1. Homo wajakensis (Wajak, Aulung Agung, Jawa Timur)
  2. Phitecanthropus Erectus (Trinil, Ngawi, Jawa Timur)
  3. Phitecanthropus Soloensis (Ngandong, Blora, Jawa Tengah)
  4. Phitecanthropus Mojokertensis (Perning, Mojokerto, Jawa Timur)
  5. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran, Sragen, Jawa Tengah).

Perkembangan Biologis Manusia Purba di Indonesia.

  1. Ciri-ciri Biologis Meganthropus :
  • Belum dapat berjalan tegak
  • Memiliki rahang yang sangat besar
  • Tidak memiliki dagu
  • Otot-otot kunyah sangat kuat
  • Tonjolan kening sangat menyolok
  • Tonjolan belakang kepala yang tajam
  • Bentuk badannya tidak dapat diketahuai karena belum ada penemuan lebih lanjut mengenai fosil tersebut.
  1. Ciri-ciri Biologis Pithecanthropus :
  • Memiliki volume otak 900 cc
  • Tulang kening sangat menonjol ke muka
  • Dahi dapat dikatakan tidak ada
  • Tinggi kira-kira 165 cm
  • Geraham lebih besar dari geraham manusia biasa dan masih menunjukkan sifat-sifat kera
  • Mulai berjalan tegak.

 

  1. Ciri-ciri Biologis Homo :
    1. Tulang
  • Berfungsi sebagai penyangga tubuh
  • Titik berat badan mendekati tulang belakang
  • Mulai dapat menyangga tubuh untuk duduk, berdiri dan berlari.
  1. Kaki
  • Tulang-tulang tungkai mulai bertambah kuat
  • Tulang paha bertambah panjang dan berat
  • Jari kaku mengalami reduksi dan bertambah lebar
  1. Lengan dan tangan
  • Lengan dapat bergerak bebas dan leluasa
  • Lengan bawah menjadi lebih pendek dari lengan atas
  • Dominasi tangan kanan.
  1. Kepala
  • Perubahan bentuk muka terutama mulut sebagai alat bicara dan alat makan
  • Gigi-gigi yang mengalami perkembangan antara lain geraham
  • Rahang perlu lebih kuat untuk menahan gigi dan muka
  • Muncul tonjolan di kening dan tulang pipi
  • Volume otak 1.550-1.650 cc
  • Pembesaran ke muka menyebabkan dahi maju ke atas sehingga timbuk tonjolan kening
  • Otak kecil bertambah besar
  • Otak tengkuk mengecil sehingga kontur belakang kepala juga berubah
  • Berkuragnya peranan alat pembau menyebabkan rongga hidung mengecil dan terjadi reduksi otak yang berhubungan dengan pembauan
  • Karena mata penting bagi manusia primate, bagian otak otak yang berhubungan dengan fungsi ini makin membesar
  • Pembesaran yang paling penting terjadi pada dahi dan bagian samping. Hal ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pemikiran dan intelegensinya. Perkembangan volume otak mempengaruhi juga perkembangan bahasa yang digunakan manusia prasejarah saat itu.

 

 

PERKEMBANGAN BUDAYA PADA MASYARAKAT AWAL INDONESIA

Perkembangan budaya Indonesia berdasarkan zaman

Perkembangan kebudayaan Indonesia berdasarkan pembagian zaman berikut ini :

  1. Zaman Batu

Pada zaman ini manusia purba menjawab tantangan alam di sekitarnya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya khususnya batu. Dari batu mereka menciptakan

  1. Paleolithikum/zaman batu tua

Alat-alat dari zaman batu tua dikerjakan dengan teknik pemotongann monofacial (dibuat dengan satu permukaan) dan bifacial (dibuat dengan dua permukaan). Bahan baku yang digunakan oleh masyarakat paleolithikum adalah batu kwarsa, batu kapur dan batu kali.

  1. Mesolithikum/zaman batu madya

Pada zaman batu madya, penggunaan alat batu sudah lebih maju. Muncul pebble, flake, dan alat-alat dari tulang (). Zaman ini berlangsung pada 20.000 SM.

  1. Neolithikum/zaman batu muda

Setelah kemunculan alat-alat tulang, pebble,  dan flake, beberapa jenis hasil budaya baru muncul pada masa zaman batu muda. Masa ini ditandai juga dengan munculnya berbagai perhiasan, gerabah dan mata panah. Zaman batu muda merupakan masa perkembangan alat-alat hasil budaya yang lebih rumit. Zaman batu muda juga berhubungan erat dengan teori kedatangan bangsa Melayu Austronesia ke Indonesia.

 

  1. Zaman Logam
    1. Zaman Tembaga

Zaman tembaga di Indonesia tidak dikenal. Zaman logam hanya mulai pada zaman perunggu dan besi.

  1. Zaman perunggu

Manusia prasejarah di Indonesia mulai menggunakan perunggu yang terbuat dari campuran tembaga dan timah. Hal tersebut merupakan hasil penyebaran budaya Dongson ke Indonesia.

  1. Zaman Besi

ketika bangsa Indonesia mulai memasuki zaman besi, besi mulai digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai alat-alat bantu kehidupan. Mereka mulai menganal teknologi peleburan biiji besi yang hasilnya dipergunakan manusia prasejarah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Ciri-ciri sosial budaya, ekonomi dan kepercayaan masyarakat awal indonesia

Berdasarkan pembagian masa yaitu :

  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederahana (food gathering)
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
  3. Masa bercocok tanam (food producing)
  4. Masa perundagian (masa pengolahan logam)

 

  1.  :

Ciri-ciri manusia pendukungnya, yaitu :

  • Hidupnya tergantung pada alam
  • Tinggalnya di gua-gua
  • Berpindah-pindah tempat/nomaden
  • Dalam mencari makan, mereka melakukan kegiatan berburu
  • Membuat alat bantu sederahana dari batu dan tulang
  • Membuat tulisan gores pada dinding gua untuk mewariskan pengalaman dan pengetahuannya
  • Percaya pada kekuatan magis
  • Mulai mengenal cara penguburan mayat
  1. :

Ciri-ciri manusia pendukungnya :

  • Hidup berkelompok
  • Membuat benda-benda dari perungg dan tanah liat
  • Mulai menggunakan warna-warna dalam benda hasil budayanya.

 

  1. :

Ciri-ciri manusia pendukungnya yaitu :

  1. Hidup berkelompok
  2. Mulai membuka hutan untuk digunakan sebagai ladang dan tempat tinggal
  3. Memlihara hewan ternak
  4. Tetap menggunakan cara berburu
  5. Mulai berkelompok dalam sebuah perkampungan namun masih sering berpindah-pindah
  6. Populasi penduduk meningkat
  7. Mulai bekerja sama dengan manusia lain
  8. Muncul mutilasi bagian tubuh.
  9. :

Ciri :

  1. Mulai mendirikan rumah sebagai tempat berteduh dengan begotong royong
  2. Bertani sudah dilakukan sebagai mata pencaharian
  3. Mulai membudidayakan hewan atau tanaman tertentu
  4. Mulai menetap dalam waktu yang cukup lama
  5. Muncul ikatan sosial antara masyarakat dan keluarga
  6. Muncul aktifitas lain untuk mengisi waktu di sela-sela kegiatan bertani
  7. Mulai muncul sistem ekonomi barter
  8. Muncul hirarki kepemimpinan
  9.  Mulai diapakai bahasa sebagai alat komunikasi.

 

Tugas

No Pembagian Zaman Ciri-ciri
Sosial Budaya Ekonomi Kepercayaan
1 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana        
2 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat        
3          
4          

 

Ghgggffffffffyf,

 

 

Menganalisis Persebaran Manusia Indonesia

 

  1. Ras Austronesia :

–          Austro Asia

–          Austronesia : adalah orang-orang Indonesia yang berasal dari bangsa Yunan di Cina, disebut juga bangsa melayu dan terdiri dari :

  • Melayu Tua (Proto Melayu pada zaman batu muda)
  • Melayu Muda (Deutro Melayu pada zaman perunggu)

Menurut Yoshiro Shirotori bangsa Yunan Awalnya berasal dari Cina bagian Utara yang melakukan penyerangan ke Cina bagian Selatan dan menetap di sana.

Jalur kedatangan bangsa melayu ke Indonesia :

  1. Jalur Salatan (Barat)                        Thailand               Semenanjung malaya                    Sumatra

 

  1. Jalur Utara                          Taiwan                  Filiphina               Sulawesi Utara                  Kalimantan         Jawa                      Madura

 

 

Persebaran Suku dari Proto Melayu dan Deutro Melayu di Indonesia.

Proto Melayu :

–          Sumatra               >             Suku Batak

–          Jawa                      >             Suku Sunda

–          Kalimantan         >             Suku Dayak

–          Sulawesi              >             Suku Toraja.

Deutro Melayu :

–          Sulawesi              >             Suku Bugis

–          Kalimantan         >             Suku Banjar

–          Jawa                      >             Suku Jawa

–          Sumatra               >             Minang.

 

Salah satu ras terbesar di dunia adalah ras mongoloid yang tinggal di tiongkok selatan (yunan).

Berdasarkan prosese migrasinya mongolodi dibagi menjadi :

  • Palaeo Mongoloid > Neolithikum
  • Neo Mongoloid > Logam (perunggu)

Perkembangan teknologi dan sistem kepercayaan pada zaman batu muda

Pada zaman batu, teknologi utama yang digunakan pada dasarnya terbuat dari batu.

Pada zaman batu muda, alat-alat yang digunakan sudah dibuat melalui proses pengasahan yang baik sehingga menghasilkan alat-alat batu yang halus.

 

Sebelum masyarakat indonesia mengenal agama dan kepercayaan hindu, budha, islam dan nasrani, bangsa ini sudah memiliki kepercayaan asli yaitu animisme (keprcayaan pada roh nenek moyang) dan dinamisme (kepercayaan pada benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib).

 

 

 

 

Kebudayaan Bach Son – Hoa Binh dan Dongson

Kebudayaan Bac son-Hoa binh dan Dongson berkembang di daerah Vietnam, namun asalnya dari Cina. Kebudayaan Dongson berkembang pada akhir zaman batu muda sampai zaman perunggu dan menyebar ke Indonesia melalui jalur timur dan dibawa oleh bangsa Deutro Melayu.

 

PUSAT PERADABAN DUNIA.

  1. Peradaban India

Dikenal dengan peradaban lembah sungai Indus (shindu), Gangga dan Brahmaputera. Sama dengan semua pusat peradaban kuno di dunia peradaban India juga berkembang di sekitar aliran sungai besar. Di sekitar aliran sungai tersebut, muncullah dua kota besar pada masa tersebut yaitu Mahenjo Daro dan Harappa. Kebudayaan Mahenjo Daro muncul sekitar 3000 – 2500 SM berdasarkan penggalian yang dilakukan oleh jawatan kepurbakalaan purbakala India pada tahun 1922. Kebudayaan Mahenjo Daro dan Harappa merupakan salah satu kebudayaan terbesar di dunia, manusia pendukungnya bernama bangsa Dravida. Sistem kepercayaan yang dianut oleh bangsa Dravida ini yaitu kepercayaan kepada dewa, hal ini dapat dilihat dari penemuan patung yang mirip dengan patung dewa Syiwa.

Sistem perekonomian :

  • Perdagangan, memanfaatkan aliran sungai sebagai alat transportasi perdaanganan
  • Pertanian, bangsa Dravida memanfaatkan aliran sungai sebagai irigasi.

Tata kota :

Kota sudah dibuat teratur, masing-masing rumah sudah dilengkapi dengan kamar mandi dan sumur, sistem sanetasi sudah baik. Jalan sudah dibuat lebar dan lurus

Pengetahuan dan Teknologi :

Bangsa Davida telah membuat alat-alat rumah tangga seperti kapak dan belati. Peradaban India telah mengenal tulisan tetapi belum bisa dibaca.

Sistem Pemerintahan :

Pemerintahan Dravida didasarkan moral dan agama sehingga terbentuk masyarakat yang aman, tentran dan sejahtera.

 

Kebudayaan dravida mengalami kemajuan yang pesat sampai pada tahun 1000 SM bangsa dravida kemudian hancur karena diserang oleh bangsa Arya dari utara lewat selat kaibar disebabkan karena wabah penyakit. Selanjutnya cerita tentang peradaban India dilanjutkan Bangsa Arya. Kebudayaan Arya dibagi menjadi 4 zaman :

1)      Zaman Weda

Kepercayan yang muncul pada Zaman Weda :

  • Hindu, yaitu kepercayaan kepada Dewa, Dewa yang disembah yaitu Trimurti :

Brahma : Dewa Pencipta

Wisnu   : Dewa Pemelihara

Syiwa    : Penghancur

 

4 Kasta pada masa bangsa Arya :

–          Brahmana           = Pendeta

–          Ksatria                  = Pendekar

–          Waisya                  = Pedagang

–          Sudra                    = Petani

Kitab Weda terdiri dari empat macam, yaitu :

–          Regweda             : Berisi ajaran Hindu

–          Sama weda         : Berisi nyanyian

–          Yayurweda         : Berisi doa

–          Atharwaweda   : Berisi mantra dan hanya dipelajari oleh golongan brahmana

 

2)      Zaman Epos/Wiracarita :

Merupakan zaman di mana munculnya cerita-cerita kepahlawanan yang umumnya ditokohi orang-orang bangsa arya. Di antara kitab-kitab yang muncul, yang sampai di Indonesia yaitu Mahabrata dan Ramayana. Mahabrata ditulis oleh Wiyasa yang terdiri dari 18 parwa yang menceritakan perang saudara antara Kurawa dan Pandawa. Kurawa dan Pandawa Berasal dari kakek yang sama yaitu Bismadewabrata dari kerajaan Hastinapura. Nenek Kurawa dan Pandawa merupakan titisan Dewi Durga.

Anak tertua dari Bismadewabrata bernama Pandudewabrata. Setelah ayahnya mengundurkan diri dari tahta kerajaan, Pandudewapura diangkat menjadi raja. Pandudewabrata memiliki dua istri. Istri pertamanya memiliki dua anak dan istri keduanya memiliki tiga anak. Anak pertamanya bernama Yudishtira, yang kedua bernama Bima, yang ketiga bernama Arjuna dan dua anak terakhirnya kembar yang bernama Nakula dan Sadewa. Kelima anaknya tersebut dikenal dengan Pandawa

Kurawa merupakan anak dari saudara Pandudewabrata yang berjumlah seratus orang.

Kurawa dan Pandawa awalnya memiliki perguruan yang sama. Pertempuran antara Kurawa dan Pandawa bermula ketika ayah Pandwa meninggal dunia, akan tetapi Yudishtira belum cukup umur untuk menggantikan tahtanya. Akhirnya ayah dari Kurawa menjadi pemangku sementara kerajaan sehingga anaknya berpikir bahwa dia juga memiliki hak untuk menjadi raja. Berbagai cara pun dilakukan keduanya untuk mendapatkan tahta kerajaan sehingga Pandawa diasingkan di hutan. Akhirnya Pandawa dibantu oleh Krisna. Pada saat pertempuran, Bismadewabrata dipanah dan dibunuh oleh Arjuna.

Ramayana ditulis oleh Walniki yang terdiri dari tujuh kanda yang berkisah tentang perjuangan Rama merebut istrinya dari tangan Rahwana.

Rahwana memiliki ilmu Pancasona sehingga tidak bisa dibunuh oleh dewa maupun manusia. Setelah memperoleh kemampuan itu, Rahwana semakin merajalela. Rama lahir sebagai reinkarnasi dari Dewa Syiwa dan dibantu oleh pasukan kera. Salah satu pasukan kera tersebut bernama Sugriwa

3)      Zaman Sutra

Zaman sutra ditandai dengan munculnya kitab-kitab sutra yang merupakan penjelasan dari kitab-kitab weda.

4)      Zaman Kerajaan.

–          Kerajaan Maurya (322-185 SM)

Kerajaan ini didirikan oleh Chandragupta Maurya (Raja Punjab) setelah berhasil mendesak kekuatan Iskandar Agung (Macedonia). Setelah menjadi raja, Chandragupta memperluas kerajaan dengan menyerang Maghada (Phataliputra) dan juga seluruh India Utara dari kashmir sampai sungai gangga. Pada tahun 312 SM, kerajaan Maurya diserang oleh Raja Seleucos Nicator dari kerajaan Sham akan tetapi Chandragupta berhasil mengalahkannya dan akhirnya dibuat perjanjian perdamaian di antara keduanya dan Chandragupta akhirnya mengawini anak dari Seleucos Nicator dan dari perkawinannya, Chandragupta memiliki anak yang bernama Bindusara yang nantinya meneruskan tahta ayahnya. Bindusara memerintah sekitar 289-273 SM. Bindusara adalah seorang raja yang gemar dengan ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani. Satelah itu Bindusara diganti oleh putranya yang bernama Asoka Vardhana. Asoka merupakan raja Maurya yang paling terkenal namun harus membunuh kakak tirinya dan 99 saudaranya yang lain untuk mendapatkan tahtanya. Pemerintahan Asoka dikenal sebagai Puncak kerajaan Maurya karena telah memperluas wilayah kerajaan Maurya sampai ke Afghanistan, Teluk bengga dan Sungai Kristna. Akibat peperangan, Asoka sadar akan banyaknya korban akibat peperangan. Asoka pun mengaluarkan pernyataan tentang larangan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan. Setelah Asoka wafat, kerajaan Maurya pun hancur.

Peninggalan kerajaan Maurya :

Tugu Asoka yang terbuat dari batu utuh dan di atasnya ada patung singa.

 

 

 

 

 

  1. 2.       Peradaban Cina.

Tinjauan geografis

Negeri Cina amat luas (8.735.850 km) atau 18 kali pulau sumatra. Sebagian besar berupa dataran tinggi dan gurun pasir yang tandus. Daerah suburnya hanya berada di lembah sungai Hoang Ho, lembah sungai Yang Tse Kiang dan dataran pantai timur. Sungai Hoang Ho sering banjir besar yang menimbulkan banyak korban. Pada saat terjadi banjir, sungai Hoang Ho banyak membawa lumpur kuning maka sering disebut sungai kunig dan laut sebagai muaranya.

 

Sistem perekonomian.

Penduduk lembah sungai kuning sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini didukung oleh kondisa wilayahnya. Lembah sungai Kuning merupkan daerah dataran rendah yang subur  karena terus menerus ditaburi debu tanah los yang subur yang berasal dari gurun Gobi di sebelah barat. Di samping itu, daerah lembah sungai kuningg mendapatkan air yang cukup dan alirang sungai tersebut sehingga sangat mendukung kegiatan  pertanian. Mereka telah bercocok tanam secara menetap di lembah sungai Hoang Ho dan Yang Tse kiang. Di samping bertani merka juga ada yang bekerja sebagai peternak, pemburu dan penangkap ikan.

 

Sistem Kepercayaan.

Masyarakat yang berada pada lembah sungai kuning  pada awalnya menyembah Dewa Langit yang dipimpin oleh raja. Dalam upacara tersebut biasanya dengan korban berdarah. Hal ini hampir sama dengan kehidupan di Mesir, Mesopotamia, dan bangsa Maya sekitar 4.000 SM.

Sekitar tahun 1750 SM di Cina telah berdiri beberapa negara kota yang dipimpin oleh raja yang merangkap sebagai iman agama dengan julukan Putera Langit. Raja dianggap sebagai perantara bagi bumi terhadap langit. Raja atau kaisar dianggap mendapat perintah dari langit untuk memerintah bumi menurut hukum-hukum tertinggi dari langit.

Penduduk yang tinggal di lembah sungai Kuning sangat menghormati nenek moyang mereka dan ini berlaku sampai sekarang. Di samping itu, mereka juga menghormati kekuatan-kekuatan alam yang dianggap berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Kekuatan-kekuatan alam tersebut antara lain guntur, kilat, sungai, bintang, matahari dan gempa.

 

Sistem pemerintahan

Raja tertua di Cina menurut dongeng adalah kaisar Huang Ti yang mulai memrintah kira-kira tahun 2697 SM. Para penggantinya adalah Yao, Sun, dan Yu. Mulai kaisar Yu, pemerintahannya jadi turun temurun yang disebut Dinasti hsia. Kaisar terakhir dari dinasti ini adalah Kaisar Chieh. Dari raja-raja ini tidak ditemukan peninggalan yang berarti. Setelah dinasti Hsia jatuh yang berkuasa di Cina adalah dinasti Syang. Sejak dinasti Syanginilah sejarah Cina kuno dimulai. Pada saat itu ditemukan peninggalan sejarah yang ditemukan berupa prasasti yang tergores pada kulit penyu. Prasasti tersebut menyebutkan bahwa keturunan kaisar pertama memerintah di Cina adalah dinasti Syang. Dinasti Syang didirikan oleh kaisar Chen Tang. Kaisar ini sangan cakap, adil dan bijaksana. Dinasti Syang memerintah di Cina selama 644 tahun yaitu tahun 1766-1122 SM. Selam pemerintahan Syang tidak kurang 30 raja yang memerintah Cina.

Pemerintahan di Dinasti Syang mulai menggunakan sistem pemerintahan tanah atas feodalisme. Daerah yang jauh dari pemerintah pusat diserahkan kepada para bangsawan. Mereka bertindak sebagai raja muda atau sering disebut vazal. Raja-raja vazal tersebut di bawah kekuasaan pemerintah pusat yang dipeganag oleh kaisar yang disebut Huang Ti. Para vazal mempunyai tugas antara lain memungut pajak serta menjaga keamanan dan pertahanan, para vazal memiliki tentara sendiri. Sebagai imbalan jasa, para vazal mendapat pinjaman dari Huang Ti.

Pada masa dinasti Syang telah lahir kebudayaan yang bernilai tinggi antara lain sudah pandai membuat peralatan rumah tangga yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, kerajinan dari bambu, batu marmer dan perunggu, pakaian dari sutra, patung dan bangunan untuk memuja Dew Langit. Cara  pertanian mereka juga sudah menetap. Pada masa itu sudah ada tulisan yang disebut piktograf. Ilmu pengetahuan sudah berkembang dan dimanfaatkan untuk keperluan praktis sehari-hari. Misalnya, astronomi diguanakan untuk menentukan penanggalan dan penujuman, matematika dimanfaatkan untuk menghitung luas berbagai bangun dan sebagainya.

Kebudayaan Syang menempati peranan penting dalam perkembangan kebudayaan Cina selanjutnya karena dasar-dasarnya sudah mulai ditanamkan. Dinasti Syang mengalami keruntuhan pada tahun 1122 SM karena dikalahkan oleh kaisar Chou Wu Wang dari sebelah barat sungai Hoang Ho. Kaisar terakhir Dinasti Chou adalah Kaisar Hsin.

Dinasti Chou didirikan oleh Chou Wu Wang. Dinasti Chou memerintah antara tahun 1122-255 SM. Sistem pemerintahannya diatur secara feodal dan pusat pemerintahannya terletak di koat Cang An. Masa pemerintahan Dinasti Chou tampaknya kurang gemilang karena sekitar abad ke 8 SM timbul kekacauan dan peperangan di mana-mana. Dalam suasana kacau dan perang inilah lahir ahli pikir terkenal yaitu Lao Tse dengan ajarannya Taoisme dan Kongfusius(Kong Fu Tse). Sistem pemerintahan Feodalisme menimbulkan kehancuran bagi pemerintahannya sendiri sebab banya raja-raja daerah atau valzal yang berusaha melepaskan diri dari pemerintahan pusat. Akhirnya, pangeran Chin hanya memerintah antara tahun 255-205 SM. Raja yang paling terkenal adalah  Shih Huang Ti. Pada masa ini cina berhasil dipersatukan di bawah satu orang raja. Pembaruan di segala bidang mulai dijalankan. Kerajaan dibagi menjadi 36 provinsi yang masing-masing diperintah oleh seorang gubernur yang langsung bertanggung jawab kepada kaisar. Aturan pinjam tanah hanya satu jenis saja. Selain itu, timbangan, ukuran, perkakas pertanian dan roda kereta juga dibuat sama. Hal ini besar pengaruhnya terhadap kesatuan budaya Cina.

Shih Huang Ti meninggal pada tahun 210 SM, setelah itu terjadilah kekacauan dan perang saudara serta pemberonyakan di dalam negeri. Pihak yang berhasil muncul sebagai pemenangnya adalah Liupang yang kemudian mendirikan kerajaan dan dinsati baru yaitu Dinasti Han.

Sepeninggal Han Wu Ti, timbul lahi kekacauan di mana-mana. Hampir seluruh negeri dikuasai bangsa Tartar selama beberapa abad dan baru awal abat ke 7 muncul kerajaan yang kuat yaitu dinasti Tang.

3 thoughts on “Sejarah Semester II Kelas X”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s