Keanekaragaman Hayati

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati ditunjukkan dengan adanya variasi mahluk hidup yang meliputi bentuk, penampilan jumlah  serta ciri lain. Variasi maluk hidup terdapat pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Keseluruhan variasi pada tiga tingkatantersebut membentuk keanekaragaman hayati.

KEANEKARAGAMAN GEN

Keanekaragaman gen adalah veriasi susunan gen dalam satu spesies.

Kenekaragan gen dalam satu spesies mahluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas.

Misalnya spesies kucing terdapat variasi seperti jenis anggora yang berbulu panjang, serta kucing siam dan kucing balinase yang berbulu pendek.

Keanekaragama gen dapat terjadi secara alami akibat perkawinan seksual, maupun secara buatan dengan proses budidaya manusia. Hewan dan tumbuhan tertentu dibudidayakan untuk diambil manfaatnya.

Contoh keanekaragaman gen

020213_1223_Keanekaraga1.png

KEANEKARAGANAM SPESIES (JENIS)

Keanekaragaman jenis adalah perbedaan-perbedaan pada berbagai spesies mahluk hidup disuatu tempat.

Kenekaragaman spesies biasanya dijumpai pada suatu tempat tertentuyang dihuni sekumpulan mahluk hidupdari berbagai spesies (komunitas).

Contoh keanekaragan spesies, misalnya di halaman rumah dapat dijumpai rumput, pohon mangga, pohon jeruk, bunga melati, burung gereja, semut, kodok, kupu-kupu dan lain-lainya.

020213_1223_Keanekaraga2.jpg

KEANEKARAGAMAN EKOSISTEM

Interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan jenis-jenis mahluk hidup (biotik) menunjukkan adanya keanekaragaman ekosistem.

Contoh keanekaragaman ekosistem adalah ekosistem sungai, terumbu karang, hutan dll.

Masing-masing ekosistem memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda. Misalnya pada ekosistem hutan tropis. Didalam hutan terdapatberbagai jenis organisme seperti tumbuhan paku, pohon jati, pohon meranti, anggrek, jamur, harimau, ular, pacet dll.

020213_1223_Keanekaraga3.png

Keanekaragaman hayati indonesia

Keanekaragaman hayati merupakan pernyataan ungkapan terhadap berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan mahluk hidup.

Keanekaragaman hayati menurut UU No 5 tahun 1994 adalah keanekaragaman diantara mahluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lainya, serta kopleks ekologi yang merupakan bagain dari keanekaragaman, mencakup keanekaragaman dalam speseies, antara spesies dengan ekosistem.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua setelah Brazil.

300 spesies hewan menyusui, 7.500 spesies burung, 1.250 spesies tumbuhan paku, 7.500 spesies tumbuhan lumut, 7.800 spesies ganggang, 72.000 spesies jamur, 300 spesiesbakteri dan ganggang hijau-biru

Spesies endemik adalah spesies lokal, unik dan hanya ditemukan didaerah atau pulau tertentu.

Spesies endemik di Indonesia banyak ditemui di pulau Sulawasi, Papua dan Kepulauan Mentawai.

Contoh spesies endemik jenis primata yang ada di Indonesia Kepulauan Mentawai: Macaca pignensis, Siminas concolor, Hylobates klosii dan Presbytis potenziani.

Contoh spesies endemik jenis tupai yang ada di Indonesia Calloscirus melanogaster, Laricus obsciris, Sundasciurus fraterculus, Lomy sp, Hylopetes spora.

PENYEBARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Penyebaran flora di Indonesia:

Daerah hutan hujan tropis. Terdapat di Kalimantan, Sulawasi, Papua, Sumatra dan sedikit Jawa barat. Daerah hutan hujan tropis memiliki ciri hujan lebat dan lembab, ditumbuhi jenis pohon besar dan kecil. Contoh pohon kamper, eboni, meranti, damar, kemenyan dan rotan.

1. Daerah hutan musim

hutan musim terdapat di pulau jawa (Jabar-Jatim). Hutan ini memiliki ciri hanya dihuni satu jenis tumbuhan (homogen) dan daun-daunnya yang meranggas dimusim kemarau. Contoh pohon jati dan cemara.

2. Daerah Sabana

Daerah sabanakebanyakan terdapat banyak di maduradan dataran tinggi gayo (aceh). Sabana memiliki ciri banayk ditemui rumput yang diselingi semak-semak atau rumput pohon rendah.

3. Padang rumput (Stepa)

Padang rumput banayk ditemukan di pulau sumbawa, flores, sumba dan timor. Wialyai ini umumnya memiliki padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang. Daerah kering pada wilayah ini terdapat dilembah palu. Tumbuhan yang ada Cuma kaktus.

KARAKTERISTIK FLORA DAERAH BARAT DAN TIMOR INDONESIA

Barat Timur
Jenis pohon meranti sangat banyakTerdapat berbagai jenis rotan.

Terdapat huran kayu putih.

Jenis tumbuhan matoa (pometia sp) sedikit.

Jenis tumbuhan sagu sedikit.

Terdapat berbagai jenis nangka (Artocarpus sp)

Jenis meranti hanya sedikit.Tidak terdpat berbagai jenis rotan.

Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa (pometia sp). Khususnya di papua.

Banyak jenis tumbuhan sagu.

Tidak terdapat jenis nangka.

 

PENYEBARAN FAUNA DI INDONESIA

1. Penyebaran fauna di Indonesia:

Garis walace.

Garis walace merupakan garis yang memisahkan jenis fauna indonesia bagian barat dengan bagian tengah. Pemisahan dilakukan memanjang mulai dari selat lombok ke utara hingga melewati selat sulawesi dan filipina selatan.

Garis waber

Garis waber merupakan gari yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian timur dan bangian tengah. Pemisahan mulai darisebelah timur sulawesi memanjang ke utara hingga kepulauan Aru.

a. Fauna tipe asiatis

Fauna tipe asiatis mencakup fauna di wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali. Karakteristik hewan yang ada di wilayah ini adalah terdapat banya jenis hewan menyusui yang berukuran besar serta berbagai macam ukuran kera dan ikan air tawar.

b. Fauna tipe peralihan (Australia-Asiatik)

Fauna tipe peralihan mencakup fauna diwilayah Sulawesi, dan Kepulauan Nusa Tenggara (bagian tengah). Karakteristik fauna di wilayah ini adalah adanya jenis hewan yang mirip dengan tipe Asia atau Australia. Contoh hewannya adalah babirusa, beruang, kuskus kerdil, anoa, kuda dan komodo.

c. Fauna tipe australialis

Fauna tipe australialis mencakup faunadi wilayah papua dan kepulauan Aru (bagian timur). Karakteristik fauna di wilayah ini adalah banyak jenis hewan menyusui yang berukuran kecil dan jenis hewan bergantung. Tidak ada jenis kera, sedikit ikan jenis air tawar dan banyak jenis burung berwarna.

Contoh fauna yang ditemui di wilayah ini anatara lain kanguru pohon, kuskus berututl, walabi, landak, pemakan semut, brurung cendrawasih, burug betet, burung kaswari, burung pelikat australia, burung merpati bermahkota dan burung kakak tua.

MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

1.  Keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan:

Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat bermanfaat guna memenuhi kebutuhan pangan. Contohnya kebutuhan akan karbohidrat dipenuhi oleh jagung, ubi jalar, singkong, talas, sagu dll.

2. Keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang dan papan.

Untuk bahan sandang yang berpotensi adalah kapas, rami, yute, kenaf abaca dan agave serta ulat sutra.  Untuk bahan papan digunakan kayu.

3. Keanekaragaman hayati sebagai sumber obat dan kosmetik

Di daerah Jawa timur dan madura dikenal 57 macam jamu tradisional yang menggunakan 44 spesies tumbuh-tumbuhan yang berasal dari genus Curcuma  (temu-temuan). Penggunaan bunga-bungaan seperti cendana, kenanga, melati, mawar dan kemuning lazim dipergunakan oleh masyarakat jawa untuk wewangian. Kemuning digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat lulur. Tanaman pacar air digunakan untuk mengecat kuku. Kayu malam sebagai cat batik dll.

4. Keanekaragaman hayati sebagai sumber budaya

Ummat islam menggunakan sapi atau kambing dewasa pada setiap hari raya idul Qurban. Ummat kristen menggunakan pohon cemara pada perayaan natal. Ummat  hindu memerlukan berbagai spesies keanekaragaman hayati untuk upacara keagamaan.

HILANGNYA KEANEKARAGAMAN HAYATI

Berkurangnya keanekaragaman hayati menunjukkan ketidak seimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam.

Adapun penyebab hilangnya keanekaragaman hayati:

a. Fragmentasi dan Hilangnya Habitat

Ekositem yang belum dijamah seratif sangat menyusut seiring dengan peningkatan populasi manusia dan konsumsi sumber daya alam.

Pada hutan tropis, penyebab utama hilangnya hutan adalah ekstensifikasi pertanian maupun penebangan hutan yang bertujuan komersial.

b. Induksi Spesies

Merupakan upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal. Pada ekosistem yang terisolasi, adanya predator dan kompetitor dapat mengancam spesies yang ada sebelumnya sehingga perlu adanay induksi spesies.

c. Eksplorasi Berlebihan Pada Spesies Hewan dan Tumbuhan

Sejumlah sumber daya hutan, perikanan dan kehidupan liar dieksplorasi habis-habisan, bahkan sampai punah. Musalnya badak jawa, badak sumatra, telah diburusampau mendekati punah. Begitu juga dengan spesies lainnya.

d. Pencemaran Tanah, Air dan Udara

Suatu zat yang dapat menyebabkan pencemaran (polutan) dapat mencemari ekosistem dan dapat mereduksi atau mengeleminasi populasi atau spesies yang sensitif. Misalnay mikroorganisme tanah akan mati akibat pencemaran limbah logam berat.

e. Perubahan Iklim

Efek samping pencemaran udara adalah pemanasan global yang menyebabkan naiknya suhu bumi. Tiap kenaikan suhu 10C akan mengakibatkan batas toleransi beberapa spesies didaratan sekitar 125 km kearah kutub atau 150 m vertikal kearah gunung.

f. Industrialisasi kehutanan dan pertanian

Para petani dulinya memelihara keanekaragaman tanaman dan hewan pertanian. Namun, keanekaragaman tersebut menurun dengan cepat disebabkan adanya program pemuliaan tanaman modern.

Program pemuliaan tanaman meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan varietas tanaman panganyan lebih sedikit, yang respon lebih baik terhaap air, pupuk dan pestisida.

Selain itu, penetapan sistem penanaman secara monokultur juga menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati disuatu wilayah.

KENSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Konsevasi sumber daya hayati Indonesia diatur dalam UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

Azas yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan adalah azas tanggung jawab, berkelanjutan dan manfaat.

Konservasi yang ada di Indonesia saat ini terkelompok menjadi 180 cagar alam, 72 swaka margasatwa, 70 taman wisata, 13 taman buru, 17 taman nasoinal, 3 taman hutan raya, 13 taman laut.

Cagar biosfer merupakan cagar alam yang terdiri dari ekosistem asli, unik atau ekosistem yang telah mengalami degradasi, yang dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan

Pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dilakukan secara in situ (upaya pelestarian langsung dialam) maupun ex situ (upaya pelestarian dengan cara penangkaran yang dilakukan bukan di habitat aslinya).

TERIMA KASIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s